1.11.07

Minat Baca Diindikasikan Meningkat

Kompas, Senin 17 Mei 2004


Bandung, Kompas - Jumlah penerbit yang cenderung bertambah tiap tahunnya di Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya, dapat menjadi indikasi minat baca masyarakat yang meningkat. Indikasi itu semakin terlihat dari selalu penuhnya peserta pameran buku yang diselenggarakan Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi).

Hal ini diutarakan Mula Harahap, Sekjen Ikapi DKI Jakarta dalam peringatan Hari Buku Nasional Ke-3, di Hotel Panghegar, Bandung, Sabtu (15/5). "Walaupun ada penerbit yang tutup, rasionya lebih banyak yang muncul," katanya.

Tumbuhnya kelompok-kelompok diskusi buku dan sastra juga dapat menjadi indikasi yang lain. Biasanya diskusi ini dilakukan di toko buku, seperti Toko Buku Kecil (Tobucil) di Kota Bandung. Harahap mengatakan, selain indikasi minat baca, hal ini juga merupakan bukti bahwa apresiasi terhadap buku meningkat.

Penerbit buku di Indonesia saat ini mencapai 565 penerbit. Jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu yang berjumlah kurang dari 500. Angka itu belum termasuk penerbit yang tidak terdaftar sebagai anggota Ikapi. Hal ini disebabkan tidak perlu izin apa pun untuk mendirikan sebuah penerbit.

Walaupun begitu, oplah buku saat ini tidak bisa dibilang menggembirakan. Dari 7.000 judul yang diterbitkan, 1.500 diantaranya tidak bisa dicetak ulang karena kurang diminati. Ini masih terbilang kecil dibanding Jepang atau Thailand yang mencetak 68.000–70.000 judul per tahun.

Peringkat ke-39

Berkaitan dengan hal ini, tingkat keterbacaan masyarakat Indonesia pun masih amat rendah. Menurut penelitian sebuah lembaga dunia terhadap daya baca di 41 negara, Indonesia berada di peringkat ke-39. "Saat ini orang Indonesia belum menganggap membaca buku sebagai kebutuhan primer," katanya.

Awod Said, Seksi Acara dan Publikasi Peringatan Hari Buku Nasional Ke-3 di Bandung, mengatakan, buku agama-terutama yang ringan-menjadi laris karena dianggap bisa memberi pencerahan.

Sekjen Ikapi DKI Jakarta itu tidak menyangkal kalau harga buku saat ini jauh di atas daya beli masyarakat rata-rata. Untuk itu, solusinya memperbanyak jumlah perpustakaan dan taman bacaan. "Supaya masyarakat yang kurang mampu dapat membaca buku tanpa keluar uang," papar Harahap. (J15)

Tidak ada komentar:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails