1.11.07

Niis dengan Merajut

Republika, Sabtu 22 September 2007


Niis adalah salah satu kosa kata bahasa Sunda. Artinya menenangkan diri. Rupanya niis ini tidak hanya bisa dilakukan dalam suasana alam yang sejuk, di sela gemercik air atau segarnya udara pegunungan. Niis ternyata bisa juga didapatkan dari merajut.

Bagi Danu yang sehari-hari bekerja di perusahaan event organizer (EO) sering merasa capek fisik. Setiap hari, ia bermain dengan adrenalinnya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang penuh tekanan, terutama ketika berurusan dengan deadline. ''Untung saya bisa merajut. Merajut membuat saya lebih tenang dan menyeimbangkan keadaan saya,'' kata dia.

Waktu senggang sebelum tidur sering ia manfaatkan untuk merajut. Selain bisa menenangkan diri, menghasilkan hal yang bermanfaat, merajut juga membantunya bisa lebih cepat tidur. Maklum, Danu mengaku sebagai salah satu bagian dari jutaan orang yang mengidap insomnia (susah tidur).

Untuk membuat orang cepat tidur bisa dengan membaca buku. Namun, kata Danu, merajut ini mempunyai keunikan sendiri. Selama proses merajut ia dituntut pintar menghitung, berkonsentrasi, fokus, agar hasil rajutan sesuai dengan yang diinginkan.

Biasanya, Danu menggunakan pola yang ada di buku-buku sebagai acuan. Pola itu ia terjemahkan dengan kemampuan improvisasi dan kreativitasnya. Setelah mendapatkan pola, ia memilih ukuran benang. Lalu menghitung dan mengurangi sendiri sesuai dengan barang yang ingin dibuat. Ditambah dengan bantuan ilmu dari klub merajut Tobucil, ia pun berhasil membuat beberapa buah hasil kerajinan tangan.

Merajut memang membutuhkan konsentrasi yang tinggi. Salah satu contohnya jika kelas merajut akan dimulai. Kelas yang kebanyakan perempuan ini sangat senang mengobrol mengenai apa pun. Begitu kelas dimulai, semua sunyi senyap, mengalahkan kesenyapan kelas matematika. Semua mata tertunduk pada benang dan jarum merajut yang disebut bryant (dua jarum) dan hapen (satu jarum). Untuk membuat kupluk, misalnya, mereka harus tekun dengan empat buah hapen atau sepasang bryant.

Hal serupa dikatakan pemilik Tobucil, Tarlen Handayani. Gadis berambut pendek ini mengatakan merajut seperti semacam meditasi. Karena dengan merajut, akan melatih untuk lebih sabar, tenang dan konsentrasi. ''Kalau grasak-grusuk, hasilnya tidak akan maksimal, bahkan mungkin tidak akan jadi,'' ungkap perempuan lulusan Jurusan Jurnalistik Universitas Islam Bandung (Unisba) 2001 itu.

Menurut Tarlen, merajut membutuhkan improvisasi yang tinggi. Misalnya ketika mendapat pola yang baru. Sebenarnya jika setiap orang mau menguliknya, pola baru itu akan terpecahkan.

Belajar berkonsentrasi, sangat dirasakan oleh Wiku selama mempelajari cara merajut. Sebelum merajut, lelaki yang senang berwiraswasta ini agak sulit untuk bertindak teliti. Namun, setelah menyelami, sedikit demi sedikit ketelitiannya makin terlatih. ''Mulai dari menghitung dan menyimpulkan benang dengan pen membutuhkan ketelitian,'' ujar dia.

Kegiatan merajut mereka akui banyak manfaatnya: Menjadi lebih sabar, teliti, konsentrasi, dan tentu saja mengasyikkan. Helaian demi helaian benang dibuat menjadi simpul, itu memerlukan ketelitian. Misalnya, untuk membuat sebuah syal. Perhitungannya harus benar agar lebar syal ujung yang satu sama dengan lebar ujung yang lainnya.

Kegiatan merajut mempunyai potensi bisnis yang besar. Dengan modal Rp 70 ribu: Rp 50 ribu untuk empat buah jarum dan Rp 20 ribu untuk benang, Wiku bisa membuat kupluk seharga Rp 120 ribu. ''Jarum itu modal awal, karena nantinya kita hanya akan mengeluarkan uang untuk membeli benang saja,'' kata dia.

Wiku adalah orang yang sudah mulai merancang bisnis dari merajut. Saat ini, ia menjadi distributor buku. Walaupun buku dan rajutan tidak kait- mengait, namun bisnis merajut bisa dilakukan berbarengan dengan berbisnis buku. ''Sebagai langkah awal, saya ingin bisnis di benang rajutnya,'' kata dia.

(ren )

2 komentar:

kaos oblong mengatakan...

tapi selain merajut ada juga lho pekerjaan yang bisa nambah konsen yaitu mancing kita membutuhkan kesabaran, dan ketekunan jadi jika pembaca mo jadi orang yang sabar rajin2lah mancing dan yang pasti jangan cepet bosen jika masih belum dapet ikan, jayalah selalu tobucil, wassalam

kaos oblong mengatakan...

hai temen2 nama saya epul saya kelas dua sd saya punya cita-cita jadi pemaen sepak bola, tapi kaki saya ilang satu, kira-kira bisa ga yah nendang pake satu kaki? he...he..he.
lucu ya temen- temen.

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails