9.12.08

Ayo Lakukan 4R! (Reduce, Reuse, Recycle, Replace)

Dimuat di Belia, Pikiran Rakyat, 9 Desember 2008

HAMPIR setiap orang udah paham kalau bumi kita ini bakal hancur jika tidak dirawat dengan saksama. Banyak orang, hampir bosan dengan seruan untuk menjaga bumi, waspada pemanasan global, dan sederet tulisan yang menyerukan segera mungkin untuk mengurangi emisi gas-gas pembentuk rumah kaca. Hayoo, Belia termasuk golongan yang mana nih? Yang pertama atau yang kedua? Memilih menjadi kelompok orang yang pertama atau yang kedua, itu adalah hak setiap orang. Tapi kalau untuk lingkungan sekitar, sebaiknya Belia mulai mengenal 4R (reduce, reuse, recycle, dan replace). Tiga aksi ini, penting untuk membuat lingkungan Belia semakin nyaman.

Pada event tahunan Crafty Days 02: Recycle Attack, yang digelar Tobucil & Klabs, Sabtu (6/12) dan Minggu (7/12), belia banyak nemuin berbagai orang yang peduli dengan lingkungan. Aksi yang mereka lakukan, memang sih belum tentu bisa membuat penduduk dunia terlindungi dari pemanasan global. Akan tetapi, aksi mereka setidaknya bisa membuat lingkungan jadi lebih nyaman.

Salah satu yang menyebabkan lingkungan tidak nyaman adalah karena kehadiran sampah. Beberapa tahun lalu, Bandung pernah mendapat julukan kota sampah karena sampah-sampah menumpuk di hampir tiap ruas jalan. Tumpukan sampah ditambah bau yang enggak sedap, semakin membuat lingkungan jadi enggak nyaman. Pak Judiono Soeleiman, salah seorang peserta pameran di gelaran Crafty Days 02, membuat pelat nomor mobil bekas, menjadi sebuah benda bernilai seni yang dapat dijual. "Saya memulai dari eksperimen bahan-bahan bekas, terutama dari logam. Logam yang saya gunakan adalah pelat nomor mobil bekas mobil pribadi, mobil angkot, dan mobil pemerintah. Setelah dibersihkan, dibentuk pola sesuai dengan bentuk yang diinginkan, kemudian dikikir, lalu dirakit," kata beliau menerangkan.

Dari dua lembar pelat nomor mobil, Pak Judiono ini bisa menghasilkan sebuah miniatur mobil jip. "Untuk seni kir ini, ada tiga tahapan. Yang pertama tahap bisa, kemudian tahap mampu, dan terakhir tahap mahir. Yang tahap bisa, hasil jadinya tidak rumit, sederhana, sedangkan tahap mampu, sudah mulai ada bentuk yang rumit seperti detail sudut. Yang tahap mahir, selain jauh lebih rumit, dibutuhkan daya cipta dan kreasi dari si pembuat," ujarnya lagi. Karya Pak Judiono ini dinamakan senikir, seni kikir logam. "Kalau orang memaknai kata pahat dan seni, yang terpikir pasti patung. Jika ada kata seni dan alat kuas, nyambungnya ke seni lukis. Yang saya bikin ini logam dan kikir, jadinya seni kir," ucapnya sambil senyum.

Melalui seni kir ini, Pak Judiono berharap kalau banyak orang yang akhirnya tertarik, jadi ingin bisa menghasilkan seni kir. "Selain kegiatan ini peduli lingkungan, hasilnya dapat dijadikan koleksi pribadi, juga bisa dipakai sebagai bekal untuk hidup mandiri, usaha sampingan, atau malah membuka lapangan kerja baru," tuturnya.

Lain lagi dengan Avefun. Cowok dengan background pendidikan seni rupa ini terampil mengolah barang-barang bekas seperti botol plastik air minum, kaleng air minum menjadi mainan anak-anak. "Saya banyak dapet suplai barang dari teman-teman. Saya bikin menjadi mainan anak-anak. Kebanyakan memang mainan anak laki-laki, kayak robot," katanya sambil membantu seorang anak kecil merakit robot yang terbuat dari botol plastik dan kaleng minuman.

Kemauan

Dengan bahan-bahan bekas dan bisa didapat di lingkungan sekitar rumah dan sedikit kreativitas dan kemauan, Belia udah bisa membantu bumi untuk memperpanjang umur. "Sebetulnya mengurangi (reduce) penggunaan plastik, kertas, atau stereofoam lebih penting daripada memakai ulang (reuse). Jika langkah pertamanya (reduce) terlewatkan, dikhawatirkan akan terjadi pembenaran untuk memakai benda berbahan dasar plastik atau kertas secara berlebihan karena berpikir benda tersebut bisa dipakai ulang atau didaur ulang (recycle)," kata Mbak Armely Meiviana, moderator milis greenlifestyle.

Plastik memang banyak jadi pilihan produsen untuk mengemas hasil produknya. Salah satu yang paling sering kita temui adalah kantong plastik atau botol minuman. Padahal menurut situs web reuseablebags.com., 1,5 juta barel minyak digunakan untuk memproduksi botol plastik untuk Amerika. Hal ini sama dengan bahan bakar untuk 100.000 mobil Amerika untuk satu tahun. Belum lagi bahan plastik membutuhkan waktu lebih dari seribu tahun untuk bisa hancur. Kebayang kan, kalau Belia enggak memulai untuk mengurangi penggunaan benda-benda berbahan dasar plastik?

"Selain mengurangi pemakaian benda berbahan dasar plastik, penghematan energi listrik juga harus mulai dilakukan. Contohnya, magic jar di rumah yang selalu menyala 24 jam. Itu merupakan pemborosan energi. Memangnya setiap menit kita akan makan nasi? Jika nasinya udah matang, kan bisa dimatikan," lanjut Mbak Santi dari greenlifestyle juga.

Reuse atau memakai ulang, bisa jadi salah satu alternatif untuk membantu bumi. Hasil googling belia, cara untuk reuse ini banyak banget. Yang bisa diaplikasikan langsung adalah, sebisa mungkin untuk memperbaiki barang-barang yang rusak. Menurut situs web bumikita.com, menghindari sebisa mungkin barang-barang disposable alias sekali pakai, bisa memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah. Semakin sedikit sedikit sampah, semakin nyaman lingkungan, bukan?

R ketiga yang udah Belia kenal adalah recycle, alias mendaur ulang. Sekarang ini banyak banget barang-barang bekas yang bisa didaur ulang menjadi barang yang punya nilai guna dan nilai jual. Masih di event yang sama, ada dua workshop daur ulang yang menarik untuk disimak. Ada workshop daur ulang kantong plastik yang bisa dijadikan benda bernilai guna dan jual. Lalu, ada workshop pembuatan boneka yang terbuat dari perca.

"Tema besar crafty days tahun ini memang recycle. Kami ingin mengajak orang-orang untuk mulai memanfaatkan benda usang," ucap Tarlen. Avefun juga punya misi serupa. "Dengan mengajarkan anak-anak untuk memanfaatkan benda bekas ini, saya sih berharap jika mereka sudah besar, mereka juga bisa memanfaatkan barang-barang bekas menjadi sesuatu yang lebih berguna," katanya. Mas Endy dari Yayasan Kontak yang mengampanyekan untuk mulai mendaur ulang kemasan tetrapak juga punya harapan sama. "Kami mulai mengajak orang-orang untuk mengumpulkan kemasan tetrapak. Kemasan tersebut, kami olah menjadi bubur kertas (pulp). Ini masih tahap sosialisasi, karena untuk pengolahannya, belum bisa dilakukan sendiri di rumah karena alat yang dipakai cukup besar," ucapnya.

Recycle atau daur ulang, jadi kegiatan yang banyak dipilih oleh masyarakat. Selain pengerjaannya tidak terlalu sulit, modal yang dibutuhkan juga relatif terjangkau. "Sejak kelas III SMP, saya sudah mulai mengumpulkan kertas-kertas bekas pakai untuk saya olah lagi menjadi kertas daur ulang. Gampang banget kok, tinggal blender, kasih warna, kemudian dicetak sesuai selera. Hasilnya bisa jadi kartu ucapan atau notes," kata Arya, cowok yang baru aja masuk universitas negeri di Bandung ini.

R terakhir, replace alias mengganti. Dari sekarang, Belia udah bisa mulai memilih untuk mengganti barang yang hanya sekali pakai dengan barang yang tahan lama. Teliti juga apakah barang di rumah Belia ramah lingkungan atau tidak. Mengganti pemakaian kantong plastik dengan tas kain, serta hindari pemakaian stereofoam. Seperti yang udah disebut di atas, dua bahan ini membutuhkan waktu lebih dari seribu tahun untuk bisa hancur. Enggak mau nunggu seribu tahun kan, untuk melihat sampah plastik dan stereofoam yang kita buang sekarang? Ayo mulai 4R! ***

tisha_belia@yahoo.com


Gaya Hidup 4R

1. Biasakan menghabiskan makanan untuk mengurangi jumlah sampah yang ada.

2. Bawa botol minum sendiri dalam tas. Selain menghemat uang, kamu enggak perlu membeli minuman dalam kemasan botol plastik yang nantinya akan jadi sampah.

3. Segera cabut semua charger ketika baterai sudah terisi penuh. Hemat listrik plus bisa menjaga baterai tetap tahan lama.

4. Pakai produk perawatan tubuh yang non-aerosol. Pilih spray dalam kemasan botol kaca.

5. Gunakan kertas secara bijak. Jika ada kertas yang masih kosong, pergunakan untuk notes atau catatan kecil.

6. Pergi sekolah nebeng teman yang membawa kendaraan. Selain mengurangi macet, bisa hemat penggunaan BBM juga!

7. Mulai menanam pohon di lingkungan rumah. Satu pot kecil bisa jadi pilot project untuk taman di lingkungan rumah. ***

tisha_belia@yahoo.com, dari berbagai sumber


Menurut Kamu Apa Sih Daur Ulang Itu?

Iftikar

, SMAN 3 Bandung

"MEMBUAT barang-barang yang enggak kepakai jadi kepakai. Saya belum pernah sih daur ulang, enggak tau apa yang mau dibikin."

Azhari, SMAN 3 Bandung

"MENGOLAH kembali barang-barang bekas menjadi barang yang bisa dipakai. Udah pernah ngedaur ulang kardus, kertas koran, sama kawat jemuran untuk acara sekolah. Tapi kalau untuk pribadi sih belum pernah."

Kenya

, SMAN 3 Bandung

"MENGUBAH barang bekas jadi barang yang bisa dipakai lagi. Pernah ikutan ngedaur ulang waktu di sekolah ada acara Pemuda Bangkit. Tapi saya belum kepikiran untuk mendaur ulang sendiri."

Mardika, SMAN 3 Bandung

"MEMBUAT sesuatu yang bisa dipakai kembali. Saya pernah membuat mainan dari sampah kertas dan botol plastik."

Nila, SMAN 3 Bandung

"BIKIN sampah-sampah jadi karya seni. Saya belum pernah daur ulang, paling memakai koran untuk jadi sampul buku." ***

tisha_belia@yahoo.com


Tidak ada komentar:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails